Friday, May 8, 2015

Rodgers siap rusak pesta juara Chelsea di Stamford Bridge

The Reds dalam perjalanan mematenkan posisi empat besar. Sementara skuat Jose Mourinho mengamankan torehan juara dengan tiga pertandingan tersisa. Pekan lalu mereka meraup kemenangan 1-0 atas Crystal Palace berkat gol dari Eden Hazard.
Kemenangan itu membuat The Blues mencatat 14 kemenangan kandang musim ini, dan mereka masih menjadi tim yang tak terkalahkan di depan pendukung sendiri sepanjang kampanye 2014/15.

Perpisahan dengan Legenda Terbesar Liverpool

Adam Lallana mengatakan Liverpool akan mengucapkan perpisahan dengan legenda terbesar klub, Steven Gerrard.

Tuesday, March 31, 2015

Bahan renungan

SEBUAH KISAH NYATA

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…

Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…

Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…

Nah karena diancam isterinya.. Akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar:”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah...

Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...

Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…

Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi...

Saturday, March 28, 2015

AJARAN KELIMA:
BELIAU QS. BERKATA:
Bila kau melihat dunia ini, berada di tangan mereka (ahli-ahli dunia), dengan segala hiasan, dan tipuannya, dengan segala bisa mematikannya, yang tampak lembut sentuhannya, padahal, sebenarnya mematikan bagi yang menyentuhnya, mengecoh mereka, dan membuat mereka mengabaikan kemudharatan tipu daya dan janji-janji palsunya - bila kau lihat semua ini - berlakulah bagai orang yang melihat seseorang menuruti nalurinya, menonjolkan diri, dan karenanya, mengeluarkan bau busuk. Bila (dalam situasi semacam itu) kau enggan memperhatikan kebusukannya, dan menutup hidung dari bau busuk itu, begitu pula kau berlaku terhadap dunia; bila kau melihatnya, palingkan penglihatanmu dari segala kepalsuan, dan tutuplah hidungmu dari kebusukan hawa nafsu, agar kau aman darinya dan segala tipu-dayanya, sedang bagianmu menghampirimu segera, dan kau menikmatinya. 
Allah telah berfirman kepada Nabi pilihan-Nya:"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami uji mereka dengannya, dan karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." (QS.20 -Thaaha :131).


Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/05/futuhul-ghaib-bagian-v.html#ixzz3VfrrfNsq
AJARAN KEEMPAT:
BELIAU QS. BERKATA:
Bila kamu abaikan ciptaan, maka: "Semoga Allah merahmatimu," Allah melepaskanmu dari kedirian, "Semoga Allah merahmatimu," Ia mematikan kehendakmu; "Semoga Allah merahmatimu," maka Allah mendapatkanmu dalam kehidupan (baru).

Kini kau terkaruniai kehidupan abadi; diperkaya dengan kekayaan abadi; dikaruniai kemudahan dan kebahagiaan nan abadi, dirahmati, dilimpahi ilmu yang tak kenal kejahilan; dilindungi dari ketakutan; dimuliakan, hingga tak terhina lagi; senantiasa terdekatkan kepada Allah, senantiasa termuliakan; senantiasa tersucikan; maka menjadilah kau pemenuh segala harapan, dan ibaan pinta orang mewujud pada dirimu; hingga kau sedemikian termuliakan, unik, dan tiada tara; tersembunyi dan terahasia.
Maka, jadilah engkau menjadi pengganti (penerus jejak dan jalan,red) para Rasul, para Nabi dan para shiddiq. Kaulah puncak wilayat, dan para wali yang masih hidup akan mengerumunimu. Segala kesulitan terpecahkan melaluimu, dan sawah ladang terpaneni melalui do'amu; dan sirnalah melalui do'amu, segala petaka yang menimpa orang-orang di desa terpencil pun, para penguasa dan yang dikuasai, para pemimpin dan para pengikut, dan semua ciptaan. Dengan demikian kau menjadi agen polisi (kalau boleh disebut begitu) bagi kota-kota dan masyarakat.
Orang-orang bergegas-gegas mendatangimu, membawa bingkisan dan hadiah, dan mengabdi kepadamu, dalam segala kehidupan, dengan izin sang Pencipta segalanya. Lidah mereka senantiasa sibuk dengan doa dan syukur bagimu, di manapun mereka berada. Tiada dua orang Mukmin berselisih tentangmu. Duhai, yang terbaik di antara penghuni bumi, inilah rahmat Allah, dan Allahlah Pemilik segala rahmat. 


Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/05/futuhul-ghaib-bagian-iv.html#ixzz3VfrNZbRn
AJARAN KE III :
BELIAU QS. BERKATA:
Apabila seorang hamba Allah mengalami kesulitan hidup, maka pertama-tama ia coba mengatasinya dengan upayanya sendiri. Bila gagal ia mencari pertolongan kepada sesamanya, khususnya kepada raja, penguasa, hartawan; atau bila dia sakit, kepada doktor. 

Bila hal ini pun gagal, maka ia berpaling kepada Khaliqnya, Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan berdo'a kepada-Nya dengan kerendah-hatian dan pujian. Bila ia mampu mengatasinya sendiri, maka ia takkan berpaling kepada sesamanya, demikian pula bila ia berhasil karena sesamanya, maka ia takkan berpaling kepada sang Khaliq.
Kemudian bila tak juga memperolehi pertolongan dari Allah, maka dipasrahkannya dirinya kepada Allah, dan terus demikian, mengemis, berdo'a merendah diri, memuji, memohon dengan harap-harap cemas. 

Namun, Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa membiarkan ia letih dalam berdo'a dan tak mengabulkannya, hingga ia sedemikian kecewa terhadap segala sarana duniawi. Maka kehendak-Nya mewujud melaluinya, dan hamba Allah ini berlalu dari segala sarana duniawi, segala aktivitas dan upaya duniawi, dan bertumpu pada rohaninya.
Pada peringkat ini, tiada terlihat olehnya, selain kehendak Allah Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan sampailah dia tentang Keesaan Allah, pada peringkat haqqul yaqin (* tingkat keyakinan tertinggi yang diperolehi setelah menyaksikan dengan mata kepala dan mata hati). Bahwa pada hakikatnya, tiada yang melakukan segala sesuatu kecuali Allah; tak ada penggerak tak pula penghenti, selain Dia; tak ada kebaikan, kejahatan, tak pula kerugian dan keuntungan, tiada faedah, tiada memberi tiada pula menahan, tiada awal, tiada akhir, tak ada kehidupan dan kematian, tiada kemuliaan dan kehinaan, tak ada kelimpahan dan kemiskinan, kecuali karena ALLAH.
Maka di hadapan Allah, ia bagai bayi di tangan perawat, bagai mayat dimandikan, dan bagai bola di tongkat pemain polo, berputar dan bergulir dari keadaan ke keadaan, dan ia merasa tak berdaya. Dengan demikian, ia lepas dari dirinya sendiri, dan melebur dalam kehendak Allah. Maka tak dilihatnya kecuali Tuhannya dan kehendak-Nya, tak didengar dan tak dipahaminya, kecuali Ia. Jika melihat sesuatu, maka sesuatu itu adalah kehendak-Nya; bila ia mendengar atau mengetahui sesuatu, maka ia mendengar firman-Nya, dan mengetahui lewat ilmu-Nya.
Maka terkaruniailah dia dengan karunia-Nya, dan beruntung lewat kedekatan dengan-Nya, dan melalui kedekatan ini, ia menjadi mulia, ridha, bahagia, dan puas dengan janji-Nya, dan bertumpu pada firman-Nya. Ia merasa enggan dan menolak segala selain Allah, ia rindu dan senantiasa mengingati-Nya; makin mantaplah keyakinannya pada-Nya, Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa. Ia bertumpu pada-Nya, memperolehi petunjuk dari-Nya, berbusana nur ilmu-Nya, dan termuliakan oleh ilmu-Nya. Yang didengar dan diingatnya adalah dari-Nya. Maka segala syukur, puji, dan sembah tertuju kepada-Nya.


Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/05/futuhul-ghaib-bagian-iii.html#ixzz3VfqfQJnX
AJARAN KEDUA :
BELIAU QS BERKATA :
Ikutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan merubah jalan itu, patuhlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbahkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya. Pertahankan Kebenaran-Nya dan jangan ragu sedikit pun. Bersabarlah selalu dan jangan menunjukkan ketidaksabaran. Beristiqomahlah; berharaplah kepada-Nya, jangan kesal, tetapi bersabarlah. Bekerjasamalah dalam ketaatan dan jangan berpecah-belah. Saling mencintailah dan jangan saling mendendam. Jauhilah kejahatan dan jangan ternoda olehnya. Percantiklah dirimu dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintu-pintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya.
Segeralah bertaubat dan kembali kepada-Nya. Jangan merasa jemu dalam memohon ampunan kepada Khaliqmu, baik siang maupun malam; (jika kamu berlaku begini) niscaya rahmat dinampakkan kepadamu, maka kamu bahagia, terjauhkan dari api neraka dan hidup bahagia di syurga, bertemu Allah, menikmati rahmat-Nya, bersama-sama bidadari di syurga dan tinggal di dalamnya untuk selamanya; mengendarai kuda-kuda putih, bersuka ria dengan hurhur bermata putih dan aneka aroma, dan melodi-melodi hamba-hamba sahaya wanita, dengan karunia-karunia lainnya; termuliakan bersama para nabi, para shiddiq, para syahid, dan para shaleh di syurga yang tinggi.


Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/05/futuhul-ghaib-bagian-ii.html#ixzz3VfqSVsv0
UTUHUL GHAIB. (PEMBUKA TABIR KEGAIBAN). 
SEBUAH AJARAN TASAWUF SAYYIDI SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI.

AJARAN PERTAMA: 
BELIAU QS. BERKATA :
Tiga hal mutlak bagi seorang Mukmin, dalam segala keadaan, yaitu:
(1)   harus menjaga perintah-perintah Allah,
(2)   harus menghindar dari segala yang haram,
(3)   harus ridha dengan takdir Yang Maha Kuasa. 
Jadi seorang Mukmin, paling tidak, memiliki tiga hal ini. Berarti, ia harus memutuskan untuk ini, dan berbicara dengan diri sendiri tentang hal ini serta mengikat organ-organ tubuhnya dengan ini.

Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/futuhuul-ghaib.html#ixzz3VfqHH7xd

kitab futul ghaib

http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/10/kitab-futuhul-ghaib-karya-sayyidi.html

Thursday, March 26, 2015

Menikah

MENIKAH adalah suatu hal yang menjadi salah satu hal yang dianjurkan untuk dilakukan. Mengapa? Karena dengan adanya suatu pernikahan, maka manusia di bumi ini tidak akan punah. Artinya, dari pernikahan akan menciptakan keturunan yang nantinya menjadi penerus di muka bumi.

Tapi, sering kita melihat para remaja yang takut untuk menikah. Mereka beralasan, dalam keluarga banyak tuntutan-tuntutan yang harus dipenuhi. Dan keuangan yang ia miliki belum mampu untuk menggapai ke arah sana. Mengapa demikian?

Hal ini jangan kita biarkan begitu saja. Karena jika para remaja tidak mau untuk menikah, maka tak akan ada lagi manusia di bumi ini. Dan akan semakin banyak perbuatan zina yang terus merajalela. Sedangkan hasil dari hubungannya, banyak yang dibunuh karena tidak mau menimba aib.

Kita tanyakan kepada mereka, apa tujuan mereka menikah. Jika memang pernikahan itu hanya sekedar untuk bersanding dengan orang yang disayangi dengan memenuhi apa yang ia tuntut dalam berumah tangga nantinya, tentu tidak akan mudah untuk menjalani rumah tangga. Maka, tugas kita ialah mengarahkan mereka agar mereka tidak salah dalam mengambil tujuan dari suatu pernikahan.

Pernikahan ialah suatu ikatan yang suci. Orang yang melakukannya haruslah disertai rasa ikhlas, hanya untuk menggapai ridho Allah. Maka, seberat apa pun kodisi ekonomi dirinya, Allah SWT pasti akan memberikan kemudahan. Asalkan, ia senantiasa yakin dan percaya bahwa apa yang dijanjikan oleh Allah SWT itu pasti benar adanya. Wallahu ‘alam. 

Jalan Menuju Kebaikan



Tujuan hidup manusia bagi Allah itu hanya untuk menyembahNya
 oleh : gafar ramdhany

Tujuan hidup manusia
adalah untuk beribadah (menyembah) kepada Allah SWT,
Sang Maha Pencipta
sebagaimana difirmankan Allah dalam Al- Qur’an
Surat Adz-Dzaariyaat ayat 56 yang berbunyi:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
  melainkan supaya mereka menyembah-Ku” 
dan Surat Al-Baqarah ayat 21 yang mengatakan
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu
yang telah menciptakanmu
dan orang-orang yang sebelummu,
agar kamu bertaqwa”.

Selain itu, manusia diberi kepercayaan oleh Allah SWT
untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Tugas kekhalifahan ini terpatri dalam Al-Qur’an
Surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi: 
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’…

Sembah disini berarti mempersembahkan diri dan hidup kita untukNya
Sembah disini mengabdikan diri kita sebagai insan manusia ciptaanNya
Sembah disini menuhankan DIa sebagai satu satunya Tuhan.
Tidak Ada Tuhan selain Allah
Tidak ada Tuhan yang layak aku sembah selain Allah
Sembah berarti pula mencintai dan mendahulukan 
Jadi tak ada yang lebih dicintai dan didahulukan selain Allah
Cara sembah itu dengan sembahyang atau shalat
Shalat berbentuk sembah adalah
salah satu ibadah yang utama dalam penyembahanNya

Jadi penyembahan Allah tadi
terlaksana dalam kumpulan ibadah padaNya
Ibadah ialah segala sesuatu bentuk penyembahan
atau persembahan kebaikan
(baik dari perkataan, akhlaq, sifat,
sikap, perbuatan, pikiran, amal, usaha,
zikir dan doa, harta, uang, diri, jiwa dan sebagainya)
 yang ditujukan
pada Allah, karena Allah dan untuk Allah,
semata mengharapkan ridla Allah,
sang Kholik atau PenciptaNya
dengan keimanan, niat
dan dimulai dengan membaca bismillahirrohmanirrohiim
sebagai suatu sembahan, rasa syukur,
takut dan tunduknya manusia
dan sebagai tumpuan harapan
untuk meminta sesuai ayat 5 surat alfatihah,
Kepada Engkau Ya Allah kami menyembah
dan kepada Engkau, kami memohon pertolongan

Ibadah itu mendapatkan pahala dari Allah, AmpunanNYa,
RidloNya,SurgaNya dan KebaikanNYa

Persembahan atau ibadah tadi berbentuk tiga macam

1. Ibadah Ritual yang ditujukan melulu untukNya,
     seperti syahadat, sholat, dzikir, pergi haji ,puasa
     yang dari rukun islam disertai dengan rukun imanNya.  

2.  Ibadah yang menyangkut dengan diri insan itu sendiri
sebagai manusia yang hidup
Disini segala sesuatu yang menyuport kehidupan manusia itu adalah ibadah ,
 karena dikerjakan untuk Allah
 yaitu menyambung kehidupan untuk berbakti pada Allah
 Jadi kegiatan dan pekerjaan sehari hati kita adalah ibadah
seperti makan, tidur, bekerja, sekolah, mencari ilmu, rezeki dsb
bahkan sampai kita bercampur dengan suami istripun ibadah
Itu semua adalah ibadah karena kita memenuhi
semua hak dan kewajiban diri kita
untuk kita dan keluarga kita sebagai unit kecil masyarakat

3.  Ibadah yang menyangkut dengan hubungan sesama manusia dan alam ini.  
Disini tugas manusia dalam ibadahnya
dituntut untuk menjadi Khalifah (Pemimpin atau Penguasa) dimuka bumi ini.  
Jadi kitalah , orang mukmin dan mukminah yang ditunjuk Allah
sebagai pengelola dan penguasa bumi, untuk melestarikan kehidupan ini
dan menciptakan negeri dan negara yang makmur dan diampuni Allah,
bukan orang orang yang tak beriman yang mengontrol kita.
Kepemimpinan itu dimulai dengan memimpin diri (hawa nafsu)nya sendiri,
keluarga, dan kemudian berkembang ke memimpin lingkungan yang lebih luas.

Untuk bisa jadi penguasa bumi,
kita dituntut untuk menuntut ilmuNya Allah.  
Ilmu Allah itu meliputi
Ilmu agama, yang berkaitan dengan penyembahan kita padaNya,
iman, islam, ihsan dan agama dan akhlaq kita
Ilmu pengetahuan, yaitu ilmu yang berkaitan dengan makhlukNya
atau ciptaanNya seperti langit dan bumi
Untuk menjadi Kalifah kita harus mempunya dua ilmu tersebut,
agar bisa memelihara bumi dan alam ini menurut kehendakNya. 
Ibadah rukun Islam disini ialah membayar zakat

Jadi tujuan dari semua ibadah kita ialah
taqwa yang artinya penyerahan diri pada Allah
Orang yang taqwa adalah yang paling mulia disisi Allah,
karena dia telah menyerahkan dirinya dan takut padaNya
dengan menjalankan segala yang diperintahkan olehNya
dan meninggalkan segala yang dilarang olehNya.

Ilmu untuk semua penyembahan, ibadah  
dan menjadi khalifah itu
terdapat di Quran yang dilengkapi dengan hadist
Quran itu pedoman hidup kita
sebagai insan yang menjalani kehidupan ini

Jadi ketiga ibadah penyembahan tadi
melingkupi penyambungan hidup,
pelestarian hidup
dan pensyukuran Pada Allah atas kehidupan tadi
yang memberikan kebaikan dan manfaat
yang banyak untuk dirinya, sesama manusia, dan alam ini

Semua aktivitas kebaikan kita didunia ini
adalah ibadah
yang bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah
dan untuk menjadi hambaNya yang Taqwa

Makanya Allah selalu menyuruh kita
untuk beriman dan beramal solih
(berbuat baik dan mencegah yang jahat)
memenuhi semua hak dan kewajiban kita
sebagai manusia terhadap Allah, diri kita sendiri, keluarga,
sesama manusia, makhluq Allah, lingkungan kita dan alam semesta
karena itu adalah ibadah,
bentuk dari penyembahan manusia pada Sang Khaliqnya

Semoga kita semua menjadi Abdullah, hamba hamba Allah
yang menyembah dan mengabdi pada padaNya
sesuai dengan tujuan, makna
dan tugas hidup dan kehidupan kita ..amin

Tujuan Hidup

HAKIKAT DAN TUJUAN HIDUP MANUSIA MENURUT AL-GHAZALI

Abstraksi Konsep pemikiran Al-Ghazali tentang manusia sangat komprehensip. Ia mengungkap manusia tidak hanya dari sudut pandang  jasmaninya saja, tapi juga aspek rohaninya. Hakikat manusia menurut Al-Ghazali ialah jiwanya (an-nafs). Al-nafs yaitu substansi yang tersendiri, yang mempunyai daya mengetahui, bergerak dengan kemauannya dan penyempurna bagi bagian-bagian lainnya. Manusia menurut Al-Ghazali hidup di dunia ini mempunyai tujuan yang jelas yaitu tercapainya kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat, sedangkan tujuan akhirnya ialah tercapainya kebahagiaan akhirat yang puncaknya yaitu dekat dengan Allah dengan cara bertemu dan melihat Allah yang di dalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang menyeluruh yang tidak pernah diketahui oleh manusia ketika di dunia. Karena hakikat manusia itu jiwanya, maka menurut Al-Ghazali jiwalah yang akan mendapatkan kesenangan dan penderitaan nanti di akhirat kelak. Kata-kata kunci : Manusia, Jiwa, Tujuan hidup, Surga. A. Pendahuluan Al-Ghazali merupakan salah seorang ulama dan pemikir besar muslim yang karya-karyanya banyak menyinggung masalah manusia. Berdasarkan kajian penulis, konsep Al-Ghazali tentang manusia dianggap sebagai konsep yang islami an bertolak dari Al-Qur'an. Ia melihat manusia tidak hanya sosok tubuhnya atau jasmaninya saja, tetapi juga rohaninya, tujuan hidupnya, sifat-sifatnya dan juga hubungan dengan Khaliknya. Al-Ghazali merupakan orang yang sangat ulet dalam menggeluti dan menyelidiki segala pengetahuan segala keinginannya untuk mencapai keyakinan dan mencari hakikat kebenaran segala sesuatu yang tidak pernah merasa puas. Pengalaman pengembaraan intelektual dan spiritualnya berpindah-pindah dari ilmu

kalam ke filsafat, kemudian ke dunia bathiniah dan akhirnya membawanya ke pada tasawuf. Suasana pemikiran Al-Ghazali seperti diungkap di atas, menunjukkan bahwa Al-Ghazali merupakan seorang pemikir besar dan tekun, yang karya ilmiahnya sangat banyak dan sekaligus sebagai kritikus kenamaan yang sangat populer di kalangan dunia ilmu pengetahuan. Hal itu terbukti bahwa karya-karya ilmiahnya sangat banyak dikenal orang, dan pemikiran-pemikirannya sangat besar pengaruhnya terhadap pemikiran intelektual dunia Islam. Oleh karena itu, pantaslah jika Al-Ghazali dipandang sebagai salah seorang tokoh agama Islam, bahkan dia dijuluki Hujjatul Islam. Dalam tulisan ini akan dijelaskan pemikiran Al-Ghazali tentang manusia, yang meliputi: (1) hakikat manusia, (2) tujuan hidup manusia, (3) Upaya untuk mencapai kebahagiaan akhirat.. Dari kajian ini diharapkan kita dapat mengetahui apa dan siapa manusia itu dan apa yang diharapkan diperoleh dari hidupnya, dan apa yang harus dilakukan untuk bisa mencapai kebahagiaan di akhirat kelak. B. Hakikat Manusia Al-Ghazali dalam Mushthafa (1970, J.2:100), menjelaskan bahwa manusia itu terdiri atas dua unsur yang berbeda, yakni tubuh (al-jism) dan jiwa (al-nafs). Al-jism yaitu unsur yang berwatak gelap, kasar dan termasuk di bawah alam bumi ini yang tidak berbeda dengan benda-benda lainnya. Al-jism merupakan bagian yang tidak sempurna pada manusia tanpa unsur-unsur lainnya. Ia terdiri atas unsur materi yang bersifat rusak. Al-nafs yaitu substansi yang tersendiri, yang mempunyai daya mengetahui, bergerak dengan kemauannya dan penyempurna bagi bagian-bagian lainnya. Lebih lanjut, al-Ghazali dalam Mushthafa (1970,J.2:101) menjelaskan bahwa al-nafs yang dimaksud di sini bukan merupakan kekuatan yang mendorong terhadap kebutuhan makanan, bukan kekuatan yang menggerakkan terhadap syahwat dan emosi bukan kekuatan yang bertempat di dalam hati yang bisa melahirkan hidup, bukan pula kekuatan yang mendorong perasaan yang bergerak dari hati ke seluruh anggota badan, karena kekuatan semacam itu disebut roh hayawan.Sifat merasa, bergerak, syahwat dan emosi itu merupakan pasukan dari roh hayawan. Sedangkan kekuatan yang mendorong terhadap kebutuhan makanan dan kekuatan yang

bertempat di dalam hati itu merupakan roh thabi'i. Kekuatan-kekuatan yang digambarkan di atas, semuanya itu merupakan pelayan bagi jasad, dan jasad merupakan pelayan bagi roh hayawan, karena ia menerima kekuatan-kekuatan daripadanya dan bekerja sesuai dengan penggeraknya. Al-nafs yang dimaksud al-Ghazali di sini merupakan substansi yang sempurna, yang tersendiri, yang mempunyai kemampuan daya ingat, daya pikir, daya simpan, daya mempertimbangkan dan dapat menerima berbagai ilmu. Substansi tersebut merupakan pimpinan roh hayawan dan roh thabi'i dan rajanya segala kekuatan. Semuanya melayani al-nafs dan melaksanakan perintahnya. Dan itulah esensi manusia. Al-nafs sebagai esensi manusia tersebut, para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbeda. Para hukama menyebutnya al-nafs al-nathiqah, ahli tasawuf menyebutnya hati (al-qalb), sedangkan al-Qur'an menyebutnya al-nafs al-muthmainnah dan al-ruh al-amr, dan semua itu maksudnya sama. Sedangkan al-Ghazali menyebutnya al-nafs al-nathiqah atau al-ruh al-muthlaq. Dari hasil kajian di atas, terlihat jelas bahwa al-Ghazali membedakan antara al-ruh al-muthlak, al-ruh al-hayawan dan al-ruh al-thabi'i. Al-ruh al-muthlak mempunyai persamaan dengan al-ruh al-amr dan al-nafs al-muthmainnah yang disebutnya sebagai al-nafs al-nathiqah. Al-ruh al-hayawan menurut al-Ghazali dalam Mushthafa (190,J.2:102) merupakan jism yang halus (jism lathif) yang mengalir pada pembuluh-pembuluh nadi ke bagian-bagian tubuh yang lain, yang diibaratkan seperti lampu yang menyala yang bersinar ke seluruh rumah. Hidup ini diibaratkan seperti cahaya dan roh itu seperti lampunya. Roh hayawan itu merupakan pendorong terhadap kebutuhan makanan yang dapat menggerakkan syahwat dan emosi, dan merupakan penggerak dari hati ke seluruh anggota badan. Roh hayawan itu tidak dapat memberikan petunjuk kepada pengetahuan, dan ia akan mati dengan matinya badan setelah berpisah dengan roh mutlak. Al-Ghazali dalam Mushthafa (1970.J.2:182) menjelaskan bahwa roh hayawan itu sejenis uap yang sangat halus, berpusat di rongga jantung dan menyebar ke seluruh tubuh melalui syaraf dan pembuluh-pembuluh nadi dan menggerakkan anggota-anggota badan untuk melakukan sesuatu. Lebih lanjut al-Ghazali dalam Mushthafa (1970,J.2:35-36) menjelaskan bahwa roh manusia itu terdiri atas empat tingkatan. Pertama, roh inderawi, yang