- Sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan
orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman
kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala
dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula)
mereka bersedih hati. (QS. Al Baqarah 62)
- Dan
orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga;
mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah 82)
- Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga
Firdaus menjadi tempat tinggal, (QS. Al Kahfi 107)
- Sesungguhnya
Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh
ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya
Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Al Hajj 14)
- (Dan
mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang
menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang
yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan
barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya
Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah
memberikan rezki yang baik kepadanya. (QS. Ath Thalaaq 11)
- tetapi
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak
putus-putusnya. (QS. Al Insyiqaaq 25)
- Dan
sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman,
beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. Thaahaa 82)
- (Ingatlah)
hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari
dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan
memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. At
Taghaabun 9)
- Dan
orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang
diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah
menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
(QS. Muhammad 2)
- Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang
tiada putus-putusnya. (QS. Fushshilat 8)
- agar
Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh
dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
(QS. Ar Ruum 45)
- Dan
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh,
sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di
dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di
dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,
(QS. Al ‘Ankabuut 58)
- Dan
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan
dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan
yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al ‘Ankabuut 7)
- Berkatalah
orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu,
pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal
saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang
sabar.” (QS. Al Qashash 80)
- kecuali
orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak
menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan
orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka
akan kembali. (QS. Asy Syu’araa’ 227)
- Kekuasaan
di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka
orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang
penuh kenikmatan. (QS. Al Hajj 56)
- Maka
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki
yang mulia. (QS. Al Hajj 50)
- Sesungguhnya
mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang
baik. (QS. Al Kahfi 30)
- Allah
telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh,
(bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Maa’idah 9)
- Dan
barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi
sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang
memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (QS. Thaahaa 75)
- Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah
akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS. Maryam 96)
- kecuali
orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan
masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, (QS. Maryam 60)
- Orang-orang
yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali
yang baik. (QS. Ar Ra’d 29)
- Adapun
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang
terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang
mudah dari perintah-perintah kami. (QS. Al Kahfi 88)
- Dan
dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan
seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah
“salaam” (QS. Ibrahim 23)
- Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan
mengampuni bagimu dosa-dosamu. (QS. Al Ahzab 70-71)
"Segala Sesuatu Yang Berkaitan Dengan Dunia Ini Semua Ada Masanya" "Jadilah Pribadi Yang Tau Tujuan Hidup, Jgn Hanya Sekedar Hidup"
Thursday, September 7, 2017
Lakukan
8 Cara Ini Agar Istiqomah Mudah Diraih
Menurut
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali, yang dimaksud dengan istiqomah ialah menempuh
jalan (ajaran agama) yang lurus dengan tidak berpaling baik ke kiri maupun ke
kanan. Dalam hal ini, istiqomah mencakup pelaksanaan segala bentuk ketaatan
(kepada Rabbul ‘Alamin, Allah) baik lahir maupun batin serta meninggalkan
segala larangan-Nya. Allah SWT berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ
ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا
تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah
Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan
turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan
janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga
yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
Para ulama
ahli tafsir ketika memberikan penjelasan mengenai istiqomah di ayat ini terbagi
menjadi 3 pendapat.
1. Istiqomah
dalam agama Islam. Inilah yang dikatakan oleh Mujahid (nama seorang tabi’in)
dan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.
2. Istiqomah
dalam ketaatan kepada Allah. Pendapat ini dari Sayyidina Ibnu ‘Abbas.
3. Istiqomah
dalam keikhlasan. Inilah pendapat dari Abul ‘Aliyah.
Ketiga pendapat ini keseluruhannya bisa kita pakai, karena tidak ada yang bertentangan.
Ketiga pendapat ini keseluruhannya bisa kita pakai, karena tidak ada yang bertentangan.
Pada ayat
tersebut dijelaskan, bahwa seseorang yang bisa terus beristiqomah di atas agama
Islam dan ketaatan kepada Allah, kelak akan diberikan kabar gembira serta
dihibur oleh para malaikat agar tidak takut dan bersedih. Sebagian ulama
berpendapat bahwa kabar gembira ini akan diberi ketika sakaratul maut.
Imam Mujahid
ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan bahwa para malaikat akan mengatakan;
“Janganlah takut dengan akhirat yang akan kalian hadapi. Juga jangan bersedih
dengan dunia yang akan kalian tinggalkan yaitu anak, keluarga, harta serta
tanggungan hutang karena para malaikat-lah nanti yang akan mengurusnya.” Di
saat itu pulalah orang-orang yang istiqomah tadi akan diberi kabar gembira
mengenai surga yang sudah dijanjikan.
Menurut Zaid
bin Aslam, hiburan serta kabar gembira ini tidak hanya disampaikan ketika
sekarat saja, akan tetapi juga ketika berada di alam barzakh (alam kubur) serta
ketika dibangkitkan di hari kiamat. Inilah keutamaan yang akan didapatkan oleh
orang-orang yang istiqomah dalam 3 hal yang disebutkan di atas.
8 Tips
Supaya Tetap Istiqomah Dalam Beragama dan Ketaatan
Berikut ini
8 tips yang, insya Allah, bisa membantu kita untuk menjadi pribadi yang
istiqomah baik dalam agama Islam, maupun dalam ketaatan.
santrigaul.net
Apabila kita
ingin terus berada dalam agama ini, yang harus kita perhatikan pertama kali
adalah rukun Islam kita yang pertama, kedua kalimat syahadat. Ketika kita sudah
bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad
adalah utusan Allah, itu artinya kita juga mengikrarkan untuk tidak akan
menambah sesembahan lain atau sekutu bagi Allah serta taat
kepada perintah dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya, Muhammad SAW.
fahm-e-deen.com
Allah SWT menyebutkan,
bahwasannya salah satu alasan kitab suci umat Islam ini diturunkan ialah untuk
meneguhkan keimanan orang-orang yang sudah beriman serta menjadi petunjuk bagi
mereka. Dia berfirman,
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ
رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى
لِلْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: “Ruhul Qudus
(Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk
meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta
kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.”
(QS. An Nahl: 102)
Imam Ibnu
Katsir mengatakan mengenai ayat tersebut, “Katakanlah wahai Muhammad, Al Qur’an
itu adalah petunjuk bagi hati orang beriman dan obat penawar bagi hati dari
berbagai keraguan.”
Biasanya, orang-orang
yang tidak istiqomah dalam agama ini adalah mereka yang kurang interaksi dengan
al-Quran dan malah sering berinteraksi dengan orang kafir ataupun orang-orang
liberal, sekuler dan sejenisnya.
wisegeek
Untuk menjadi
pribadi yang istiqomah dalam beramal shalih, kita perlu membiasakan dari
amal-amal yang sederhana seperti bersedekah (walaupun sedikit), membantu kawan,
sholat dhuha dan lain lain. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasannya amal
yang paling dicintai Allah itu adalah amal-amal yang terus istiqomah walaupun
sedikit.
Dari yang
sedikit ini, sedikit demi sedikit ditingkatkan hingga menjadi amalan yang besar
lagi istiqomah.
deseretdigital.com
Beramal
shalih tidak hanya amal-amal yang berkaitan dengan diri sendiri, tapi harus
juga bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Sikap terlalu mementingkan diri
sendiri, walaupun dalam kebaikan, serta tidak peduli dengan orang di sekitar
kita justru tidak baik, karena itu artinya kita membiarkan saudara seiman kita
berada dalam kesulitan, baik dunia maupun akhirat.
Oleh karena
itu, diantara yang penting untuk dilakukan agar bisa terus istiqomah beramal
shalih adalah selalu berusaha membuka celah kebaikan dengan memberikan manfaat
kepada saudara kita, walaupun mungkin kecil di mata kita, bisa jadi besar di
mata orang yang kita bantu tersebut.
Photo by Andrew McConnel
Allah SWT
selalu memiliki cara untuk memotivasi hamba-Nya agar giat beribadah. Terkadang,
motivasi itu dalam bentuk balasan di dunia yang bisa kita rasakan langsung.
Akan tetapi, bisa juga balasan dari amal shalih kita Allah simpan sebagai
balasan di akhirat. Untuk tetap istiqomah dalam beramal, kita harus mempercayai
bahwa setiap amal baik kita pasti memiliki balasan tersendiri sebagaimana yang
Allah janjikan di berbagai ayat dan hadits-hadits Nabi-Nya.
Demikian
pula apabila kita mulai futur dan ingin kembali melakukan kemaksiatan, ingatlah
keburukan yang akan menimpa kita di akhirat nanti. Apabila itu terlalu
menakutkan, maka cukup ingat bahwa Allah akan memberikan balasan besar bagi
orang-orang yang mau meninggalkan kemaksiatan karena Allah.
www.erikajschultz.com
Dalam
beristiqomah, kadang kita memerlukan kawan yang terus mengingatkan kita
mengenai amal-amal shalih atau bisa kita jadikan teladan dalam beramal. Allah
SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”
(QS. At Taubah: 119).
Demikian
pula Nabi Muhammad SAW menyampaikan pentingnya sahabat dalam kebaikan;
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ
السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ
مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ
الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَو تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang
sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk
dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa
membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi,
jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal
engkau dapat baunya yang tidak enak.”
satujam.com
Diantara yang bisa memotivasi kita untuk senantiasa beramal
dengan istiqomah adalah membaca kisah orang-orang yang shalih dan meneladani
sikap mereka dalam beramal agama. Ini juga yang menjadi alasan mengapa Allah
banyak memberikan kisah-kisah orang shalih dan para nabi di dalam Al-Qur’an.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ
الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ
وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami
ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan
dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11)
7daftar.com
Diantara sifat khas orang beriman ialah selalu memohon dan
berdo’a kepada Allah agar diberi keteguhan pada kebenaran. Disebutkan di
Al-Qur’an, Allah Ta’ala memuji orang-orang yang
beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika
menghadapi ujian. Allah Ta’ala berfirman,
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ
رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا
ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ (146) وَمَا كَانَ
قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا
فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
(147) فَآَتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآَخِرَةِ
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (148
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang
bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka
tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan
tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang
sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah
dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan
kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala
yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”
(QS. Ali ‘Imran: 146-148).
KategoriIslamiN
10 Tips Sederhana Agar Rajin Shalat 5 Waktu
Shalat
5 waktu merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Sebagai seorang umat Islam,
Anda tentu sudah tahu hal tersebut. Sayangnya, banyak sekali godaan dan
halangan sehingga Anda malas menunaikan shalat 5 waktu. Dampaknya, Anda suka
meninggalkan shalat lima waktu.
Anda
tentu ingin keluar dari masalah tersebut. Anda ingin rajin melaksanakan shalat
lima waktu. Anda ingin shalat 5 waktu merupakan bagian dari aktivitas
sehari-hari Anda. Berita buruknya, keinginan tersebut sekadar keinginan belaka.
Anda masih saja meninggalkan shalat 5 waktu. Menjengkelkan, bukan?
Mohon jangan menyerah. Anda bisa rajin melaksanakan shalat 5
waktu. Guna membantu Anda mewujudkannya, berikut 10 tips sederhana yang layak
Anda coba.
Yang pertama adalah ketahuilah mengapa Anda wajib
melaksanakan shalat 5 waktu. Jika Anda lupa, menurut sejumlah referensi yang
saya baca, shalat 5 waktu wajib dilaksanakan karena antara lain ibadah yang
pertama kali dihisab pada Yaumul Hisab (Hari Perhitungan), tiang agama Islam,
kunci surga, menghapus dosa, dan dosa besar jika ditinggalkan.
Pahami juga manfaat yang akan Anda dapatkan dengan
menjalankan shalat lima waktu. Manfaat ini bisa ditinjau dari sisi psikologis
dan sisi kesehatan.
Dari sisi psikologis, orang yang rajin shalat 5 waktu antara
lain memiliki hati yang tenteram, selalu ingat kepada Allah SWT, terhindar dari
pikiran keji dan munkar, sabar, dan bersyukur. Dari sisi kesehatan, orang yang
rajin shalat lima waktu antara lain mempunyai wajah yang bercahaya,
bersemangat, dan tubuh yang sehat.
Sebaliknya, orang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu
akan memiliki pikiran yang runyam, stres, dengki terhadap sesama, cemas,
emosional, dan sejenisnya. Kondisi psikologis seperti itu bisa merusak daya
tahan tubuhnya.
Anda mungkin malas shalat 5 waktu karena sibuk mengejar
duniawi untuk biaya hidup sehari-hari. Meskipun demikian, ingatlah bahwa dunia
itu sementara. Semua yang ada di dunia akan mati. Kita akan kembali ke kampung
asal kita, yaitu akhirat. Yang akan kita bawa adalah amalan selama kita masih
hidup, bukan materi dunia seperti mobil, rumah, dan perhiasan.
Dengan mengingat bahwa dunia itu sementara, Anda akan
menyadari bahwa Anda harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang langgeng.
Dengan demikian, Anda akan tergerak untuk menunaikan shalat 5 waktu dan
shalat-shalat lainnya yang pengerjaannya tidak selama urusan dunia.
Sebagai contoh, Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk
menunaikan shalat Dzuhur. Bandingkan dengan menulis artikel atau memasarkan
produk yang lamanya bisa berjam-jam.
Tips pertama sampai ketiga mestinya bisa membuat Anda rajin
melaksanakan shalat lima waktu. Namun, bila ketiga tips tersebut belum
berdampak, tidak masalah. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat dipengaruhi
keimanan dan kebiasaan.
Terkait kebiasaan, Anda bisa melakukan shalat 5 waktu secara
bertahap. Sebagai contoh, hari ini Anda melaksanakan shalat Maghrib dan Isya.
Hari berikutnya, Anda melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Dzuhur. Hari-hari
berikutnya tambah lagi jumlah shalat yang dilakukan sehingga Anda bisa
melakukan shalat lima waktu setiap hari.
Mengapa dilakukan secara bertahap? Karena itu lebih baik
daripada Anda tidak menunaikan shalat 5 waktu sama sekali dalam seharinya.
Selain itu, pembentukan kebiasaan butuh waktu yang lamanya bergantung pada
invidu masing-masing.
Lacak shalat lima waktu yang Anda lakukan. Anda bisa
menggunakan MS Excell atau perangkat lain. Jika Anda menggunakan MS Excell,
Anda tinggal membuat tabel yang berisi kolom shalat lima waktu dan kolom
keterangan. Isi kolom shalat lima waktu dengan tanda V jika Anda menunaikan
shalat tersebut. Jika sebaliknya, isi dengan tanda X.
Wednesday, September 6, 2017
Subscribe to:
Comments (Atom)