Lakukan
8 Cara Ini Agar Istiqomah Mudah Diraih
Menurut
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali, yang dimaksud dengan istiqomah ialah menempuh
jalan (ajaran agama) yang lurus dengan tidak berpaling baik ke kiri maupun ke
kanan. Dalam hal ini, istiqomah mencakup pelaksanaan segala bentuk ketaatan
(kepada Rabbul ‘Alamin, Allah) baik lahir maupun batin serta meninggalkan
segala larangan-Nya. Allah SWT berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ
ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا
تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah
Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan
turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan
janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga
yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
Para ulama
ahli tafsir ketika memberikan penjelasan mengenai istiqomah di ayat ini terbagi
menjadi 3 pendapat.
1. Istiqomah
dalam agama Islam. Inilah yang dikatakan oleh Mujahid (nama seorang tabi’in)
dan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.
2. Istiqomah
dalam ketaatan kepada Allah. Pendapat ini dari Sayyidina Ibnu ‘Abbas.
3. Istiqomah
dalam keikhlasan. Inilah pendapat dari Abul ‘Aliyah.
Ketiga pendapat ini keseluruhannya bisa kita pakai, karena tidak ada yang bertentangan.
Ketiga pendapat ini keseluruhannya bisa kita pakai, karena tidak ada yang bertentangan.
Pada ayat
tersebut dijelaskan, bahwa seseorang yang bisa terus beristiqomah di atas agama
Islam dan ketaatan kepada Allah, kelak akan diberikan kabar gembira serta
dihibur oleh para malaikat agar tidak takut dan bersedih. Sebagian ulama
berpendapat bahwa kabar gembira ini akan diberi ketika sakaratul maut.
Imam Mujahid
ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan bahwa para malaikat akan mengatakan;
“Janganlah takut dengan akhirat yang akan kalian hadapi. Juga jangan bersedih
dengan dunia yang akan kalian tinggalkan yaitu anak, keluarga, harta serta
tanggungan hutang karena para malaikat-lah nanti yang akan mengurusnya.” Di
saat itu pulalah orang-orang yang istiqomah tadi akan diberi kabar gembira
mengenai surga yang sudah dijanjikan.
Menurut Zaid
bin Aslam, hiburan serta kabar gembira ini tidak hanya disampaikan ketika
sekarat saja, akan tetapi juga ketika berada di alam barzakh (alam kubur) serta
ketika dibangkitkan di hari kiamat. Inilah keutamaan yang akan didapatkan oleh
orang-orang yang istiqomah dalam 3 hal yang disebutkan di atas.
8 Tips
Supaya Tetap Istiqomah Dalam Beragama dan Ketaatan
Berikut ini
8 tips yang, insya Allah, bisa membantu kita untuk menjadi pribadi yang
istiqomah baik dalam agama Islam, maupun dalam ketaatan.
santrigaul.net
Apabila kita
ingin terus berada dalam agama ini, yang harus kita perhatikan pertama kali
adalah rukun Islam kita yang pertama, kedua kalimat syahadat. Ketika kita sudah
bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad
adalah utusan Allah, itu artinya kita juga mengikrarkan untuk tidak akan
menambah sesembahan lain atau sekutu bagi Allah serta taat
kepada perintah dan ajaran yang dibawa oleh utusan-Nya, Muhammad SAW.
fahm-e-deen.com
Allah SWT menyebutkan,
bahwasannya salah satu alasan kitab suci umat Islam ini diturunkan ialah untuk
meneguhkan keimanan orang-orang yang sudah beriman serta menjadi petunjuk bagi
mereka. Dia berfirman,
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ
رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى
لِلْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: “Ruhul Qudus
(Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk
meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta
kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.”
(QS. An Nahl: 102)
Imam Ibnu
Katsir mengatakan mengenai ayat tersebut, “Katakanlah wahai Muhammad, Al Qur’an
itu adalah petunjuk bagi hati orang beriman dan obat penawar bagi hati dari
berbagai keraguan.”
Biasanya, orang-orang
yang tidak istiqomah dalam agama ini adalah mereka yang kurang interaksi dengan
al-Quran dan malah sering berinteraksi dengan orang kafir ataupun orang-orang
liberal, sekuler dan sejenisnya.
wisegeek
Untuk menjadi
pribadi yang istiqomah dalam beramal shalih, kita perlu membiasakan dari
amal-amal yang sederhana seperti bersedekah (walaupun sedikit), membantu kawan,
sholat dhuha dan lain lain. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasannya amal
yang paling dicintai Allah itu adalah amal-amal yang terus istiqomah walaupun
sedikit.
Dari yang
sedikit ini, sedikit demi sedikit ditingkatkan hingga menjadi amalan yang besar
lagi istiqomah.
deseretdigital.com
Beramal
shalih tidak hanya amal-amal yang berkaitan dengan diri sendiri, tapi harus
juga bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Sikap terlalu mementingkan diri
sendiri, walaupun dalam kebaikan, serta tidak peduli dengan orang di sekitar
kita justru tidak baik, karena itu artinya kita membiarkan saudara seiman kita
berada dalam kesulitan, baik dunia maupun akhirat.
Oleh karena
itu, diantara yang penting untuk dilakukan agar bisa terus istiqomah beramal
shalih adalah selalu berusaha membuka celah kebaikan dengan memberikan manfaat
kepada saudara kita, walaupun mungkin kecil di mata kita, bisa jadi besar di
mata orang yang kita bantu tersebut.
Photo by Andrew McConnel
Allah SWT
selalu memiliki cara untuk memotivasi hamba-Nya agar giat beribadah. Terkadang,
motivasi itu dalam bentuk balasan di dunia yang bisa kita rasakan langsung.
Akan tetapi, bisa juga balasan dari amal shalih kita Allah simpan sebagai
balasan di akhirat. Untuk tetap istiqomah dalam beramal, kita harus mempercayai
bahwa setiap amal baik kita pasti memiliki balasan tersendiri sebagaimana yang
Allah janjikan di berbagai ayat dan hadits-hadits Nabi-Nya.
Demikian
pula apabila kita mulai futur dan ingin kembali melakukan kemaksiatan, ingatlah
keburukan yang akan menimpa kita di akhirat nanti. Apabila itu terlalu
menakutkan, maka cukup ingat bahwa Allah akan memberikan balasan besar bagi
orang-orang yang mau meninggalkan kemaksiatan karena Allah.
www.erikajschultz.com
Dalam
beristiqomah, kadang kita memerlukan kawan yang terus mengingatkan kita
mengenai amal-amal shalih atau bisa kita jadikan teladan dalam beramal. Allah
SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”
(QS. At Taubah: 119).
Demikian
pula Nabi Muhammad SAW menyampaikan pentingnya sahabat dalam kebaikan;
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ
السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ
مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ
الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَو تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang
sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk
dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa
membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi,
jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal
engkau dapat baunya yang tidak enak.”
satujam.com
Diantara yang bisa memotivasi kita untuk senantiasa beramal
dengan istiqomah adalah membaca kisah orang-orang yang shalih dan meneladani
sikap mereka dalam beramal agama. Ini juga yang menjadi alasan mengapa Allah
banyak memberikan kisah-kisah orang shalih dan para nabi di dalam Al-Qur’an.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ
الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ
وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami
ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan
dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11)
7daftar.com
Diantara sifat khas orang beriman ialah selalu memohon dan
berdo’a kepada Allah agar diberi keteguhan pada kebenaran. Disebutkan di
Al-Qur’an, Allah Ta’ala memuji orang-orang yang
beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika
menghadapi ujian. Allah Ta’ala berfirman,
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ
رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا
ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ (146) وَمَا كَانَ
قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا
فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
(147) فَآَتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآَخِرَةِ
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (148
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang
bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka
tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan
tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang
sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah
dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan
kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala
yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”
(QS. Ali ‘Imran: 146-148).
KategoriIslamiN
No comments:
Post a Comment